.
Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 September 2012

SHALAWAT AT TAAJJIYYAH

اَللهُمَّ صَلِّ وَسَّلِمْ وَبَارِكْ وَكَرِّمْ . بِقُدْرِعَظَمَةِ ذَاتِكَ الْعَلِيَّةِ . فِى كُلِّ وَقـْتٍ وَحِيْنٍ اَبَدًا . عَدَدَمَاعَلِمْتَ وَزِنَةَ مَاعَلِمْتَ وَمِلْءَ مَاعَلِمْتَ . عَلىَ سَيـِّدِنَاوَمَوْ لاَنَامُحَمَّدٍ . وَعَلَى آلِ سَيـِّدِنَاوَمَوْ لاَنَامُحَمَّدٍ . صَاحِبِ التَّاجِ وَالْمِعْرَاجِ وَالْبُرَاقِ وَالْعَلَمِ . وَدَافِعِ الْبَلاَءِ وَالْوَبَاءِ وَالْمَرَضِ وَاْلاَ لَمِ . جِسْمُهُ مُطَهَّرٌ مُعَطَّرٌ مُنَوَّرٌ . مَنِ اسْمُهُ مَـْكتُوْبٌ مَرْفُوْعٌ مَوْضُوْعٌ عَلَى اللَّوْحِ وَالْقَلَمِ . شَمْسِ الضُّحَى بَدْرِالدُّجَى نُوْرِالْهُدَى مِصْبَاحِ الظُّـلَمِ . اَبِى اْلقَاسِمِ سَيِّدِ اْلكَوْ نَيْنِ وَشَفِيْعِ اْلثَّّـقَلَيْنِ . اَبِى اْلقَاسِمِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِاللهِ سَيِّدِاْلعَرَبِ وَاْلعَجَمِ . نَبِيِّ اْلحَرَمَيْنِ مَحْبُوْبٌ عِنْدَرَبِّ اْلمَشْرِقـَيْنِ وَاْلمَغْرِبَيْنِ . يَاأََيـُّهَااْلمُشْـتَاقـُوْنَ لِنُوْرِجَمَالِه صَلـُّـْواعَلَيْهِ وَسَـلِّمُوْاتَسْلِيْمًا.
  Allahumma sholli wassalim wabarik wa kariim. Biqudri’adzamati zatikal ‘aliyyah. Fiikulli waqtiwahiinin abadan. ‘adada ‘alimta wazinata ma’alimta wamil ‘amaa ‘alimta. ‘alaa sayyidinaa wamaulaanaa muhammadi. Wa’alaa ali sayyidinaa wamaulanaa muhammadi. Sohibittajiwal mi’raaji walburaaqi wal’alam. Wadaafi’il bala’I wal waba’I walmaradhi wal alam. Jismuhu muthohharun munawwarun. Manismuhu maktuubumar fuu’umau dhuu’un ‘alaallau hi walqalam. Syamsidhuhaa badriddujaa nuuril hudaa mishbaa hizhzhulam. Abilqoosimi sayyidil kaunayni wa syafii’sysyaqolayn. Abiil qasimi sayyidinaa muhammadibni ‘abdillahi sayyidil ‘arabi wal’ajam. Nabiyyal haramayni mahbuubun ‘indarabbil masyriqoyni wal maghribayn. Yaa ‘ayyuhal musytaquuna linuuri jamalih sholluu ‘alayhi wasallamuutasliima.

(Ya Allah, Limpahkanlah Shalawat dan salam, berikanlah keberkatan dan kemuliaan, sebesar keagungan Dzat-Mu Yang Maha Tinggi, di setiap waktu dan kesempatan, selama-lamanya, sebanyak bilangan yang Engkau ketahui, sebesar bilangan segala yang Engkau ketahui, dan sepenuh bilangan segala yang Engkau ketahui, kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad saw, pemilik mahkota, Nabi yang (diistimewakan dengan) Mi’raj, kendaraan Buraq dan dengan bendera (Liwa’ al-Hamd). Nabi yang jasadnya suci dan disucikan, beraroma harum semerbak dan bercahaya. Nabi yang namanya ditinggalkan dan terpampang di Lauh al-Mahfuz dan Qalam. Matahari diwaktu Dhuha, purnama dikegelapan malam, cahaya petunjuk, pelita kegelapan, Abi al-Qasim, pemimpin dua alam dan pemberi syafaat bagi jin dan manusia. Nabi dari dua tanah haram, yang dicintai Tuhan penguasa Masyriq dan Maghrib. Wahai siapa yang merindukan (untuk melihat) cahaya keindahannya, ucapkanlah shalawat dan salam kalian kepadanya)


اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ بِجَمِيْعِ الصَّلَوَاتِ كُلِّهَاعَدَدَمَافِى عِلْمِ اللهِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَالِه وَمَنْ وَالاَهُ فِى كُلِّ لَحْظَةٍ اَبَدًا بِكُلِّ لِسَانٍ لاِ َهْلِ اْلمَعْرِفَةِ بِالله (ثَلاَ ثًا) عَدَدَ خَـْلقِكَ وَرِضَى نَفْسِكَ وَزِنَةَ عَرْشِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ.
  Allahumma sholly wasallim bijamii’isholawati kullihaa ‘adada mafii ‘ilmillahi ‘alaa sayyidinaa muhammadin waalihi waman walahufikulli lahzhotin abadan bikulli lisanin li ahlil ma’rifatibillah….(3x). ‘adada kholqika wa ridho nafsika wa zinata ‘arsyika wamidaa dakalimatika
(Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam, dengan segenap shalawat yang ada didalam ilmu Allah, atas junjungan kami Muhammad saw dan keluarganya serta orang-orang yang mengikutinya. Dalam setiap waktu, selam-lamanya, dengan segala bentuk ungkapan orang-orang yang telah mengenal Allah swt (ahli ma’rifah) (3 kali), sebanyak bilangan makhluk-Nya, Keridhoan diri-Nya sebesar keagungan arsy-Nya dan sebanyak bilangan tinta kalimat-Nya.)


اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى الِـ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَاْلاَصْحَابِ صَلاَ ةً وَسَلاَمًا تَرْفَعُ بِهِمَا بَيْنِيْ وَبَيْنَهُ الْحِجَابُ وَتُدْ خِلَنِىْ بِهِمَاعَلَيْهِ مِنْ اَوْسَعِ بَابٍ وَتَسْقِيْنِيْ بِهِمَا بِيَدِهِ الشَّرِْيفَةِ اَعْذَبَ اْلكُؤُ ْوسِ مِنْ أَحْلَى شَرَابٍ ( ثَلاَ ثَ ) عَدَدَ خَـْلقِكَ وَرِضَى نَفْسِكَ وَزِنَةَ عَرْشِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ.

Allahuma sholly wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa ali sayyidinaa muhammadin wal ashhabisholaatan wasalaaman tarfa’u bihimaa bainii wabainahul hijabu watud khilanii bihimaa ‘alayhi min awsa’i baabiwa tasqiinii bihimaa biadihishsharii fati a’dzobal ku’uusi min ‘ahla syaraabi ...3x
‘adada kholqika wa ridho nafsika wa zinata ‘arsyika wamidaa dakalimatika


(Ya Allah, Limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad dan keluarganya serta para sahabatnya. Shalawat dan salam yang dengannya Engkau angkat hijab yang mendidindingi diriku dengannya, kau masukan aku kedalam pintu yang paling lebar, dan kau tuangi aku dengan tangan yang mulia dan dari cawan yang terindah, semurni-murni dan serta semanis-manis minuman, sebanyak bilangan makhluk-Nya, keridhan dari-Nya, sebesar keagungan arsy-Nya dan sebanyak bilangan tinta kalimat-Nya......

SHALAWAT FATIH

Shalawat ini disebut Shalawat al-Fatih dan disusun oleh al-'Arif al-Kabir Sayyid Muhammad al-Bakri. la mengatakan, "Barangsiapa membacanya satu kali dalam seumur hidup, maka dijamin dirinya tidak akan masuk neraka." Bagi orang yang mau membaca­nya terus-menerus selama empat puluh hari, Allah akan menerima tobat atas semua dosanya. Jika shala-wat ini dibaca seribu kali pada malam Jumat atau ma-lam Kamis atau malam Senin, maka orang yang mem-baca akan bisa berkumpul dengan Rasulullah saw.
Berikut bacaan lengkapnya :
Allahumma shalli wasallim wabaarik 'alaa sayyidinaa Muhammadinil faatihi limaa ughliqa, wal khaatimi limaa sabaqa wannaashiril haqqi bilhaqqi, walhaadii ilaa shiraatikal mustaqiimi, shallallaahu 'alaihi wa 'alaa aalihi wa ash haabihi haqqa qadrihii wamiqdaa rihil 'adziim.
Artinya :
Ya Allah curahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang dapat membuka sesuatu yang terkunci, penutup dari semua yang terdahulu, penolong kebenaran dengan jalan yang benar, dan petunjuk kepada jalanMu yang lurus.
Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada beliau, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya dengan sebenar-benar kekuasaanNya yang Maha Agung.
Sholawat ini dikarang oleh Syech Sayyid Muhammad Syamsuddin ibn Abil Hasan al Bakri RA, adapun gunanya adalah:
  1. Untuk menghilangkan pikiran yang resah atau susah;
  2. Barang siapa membaca sholawat al Fatih tersebut, seumur hidup sekali saja Insya Allah diselamatkan dari api neraka.
  3. Membaca Sholawat Al Fatih satu kali seperti membaca sholawat 10.000 x (ada yang mengatakan 600.000 x )
  4. Untuk melepaskan semua kesulitan misalnya agar dapat segera membayar hutang, urusan yang sukar segera dapat solusinya, agar rizqinya lancar dll. Untuk memperoleh sesuatu yang dimaksud sebaiknya shalawat fatih tsb dibaca secara kontunue (langgeng) terutama dibaca tengah malam 100 x selama 40 hari, atau lebih ampuh lagi dibaca setiap hari tiap malam dengan cara shalat hajat dua rakaat, setelah salam hadiah fatihah kepada para Nabi, auliya', syuhada' ulama', ahli qubur yang mu'min, kemudian membaca sholawat Fatih;
  5. Apabila sholawat fatih dibaca setelah shalat shubuh 21 x Allah akan memberi luas rizqinya, sabar hatinya, selamat diri dan keluarganya terhindar dari semua bala' dan bencana atau malapetaka.
  6. Dan siapa orang yang membaca sholawat Fatih 1000 x pada malam Jum'at atau malam Kamis atau malam Senin, maka orang tadi besok dapat berkumpul dengan Nabi Muhammad SAW. adapun caranya sebelum membaca Sholawat Shalat sunnah 4 rakaat: rakaat pertama ba'da Fatihah membaca Surat Al Qadar, rakaat ke dua membaca Surat Al Kafirun, rakaat ke tiga membaca Surat Al Falaq, dan rakaat ke empat membaca Surat An Nas (Afdholus Sholawat :142)

SHALAWAT NARIYAH

Allohumma sholli ’sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa ‘ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lumin laka
Artinya :Ya Alloh berilah sholawat dengan sholawat yang sempurna dan berilah salam dengan salam yang sempurna atas penghulu kami Muhammad yang dengannya terlepas segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan, semua diakhiri dengan kebaikan, hujan diturunkan, berkat dirinya yang pemurah, juga atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuan-MU
Sholawat Tafrijiyyah (sholawat memohon kelepasan dari kesusahan dan bencana) adalah antara sholawat yang terkenal diamalkan oleh para ulama kita. Sholawat ini juga dikenali sebagai Sholawat at-Tafrijiyyah al-Qurthubiyyah (dinisbahkan kepada Imam al-Qurthubi), dan ada juga ulama yang menisbahkannya kepada Imam 'Ali Zainal 'Abidin bin Imam al-Husain r.anhuma. Di negeri sebelah maghrib, ianya dikenali sebagai Sholawat an-Naariyah karena menjadi amalan mereka apabila ingin melaksanakan sesuatu hajat atau menolak sesuatu bencana, mereka akan berkumpul dan membaca sholawat ini 4444 kali lalu terkabul hajat mereka dan tertolak segala malapetaka secepat api yang menyambar atau membakar. Ianya juga dikenali sebagai Miftahul Kanzil Muhiith li naili muraadil 'abiid (kunci perbendaharaan yang meliputi untuk menyampaikan harapan si hamba). Sholawat ini mempunyai keistimewaannya kerana selain sholawat ianya merupakan tawassul kepada Allah dengan Junjungan Nabi s.a.w. di mana kita menyebut nama dan dhamir Junjungan s.a.w. sebanyak 8 kali.
Menurut Imam al-Qurthubi siapa yang melazimi akan sholawat ini setiap hari 41 kali atau 100 kali atau lebih, nescaya Allah melepaskan kedukaan, kebimbangan dan kesusahannya, menyingkap penderitaan dan segala bahaya, memudahkan segala urusannya, menerangi sirnya, meninggikan kedudukannya, memperbaikkan keadaannya, meluaskan rezekinya, membuka baginya segala pintu kebajikan, kata-katanya dituruti, diamankan dari bencana setiap waktu dan dari kelaparan serta kefakiran, dicintai oleh segala manusia, dimakbulkan permintaannya. Akan tetapi untuk mencapai segala ini, seseorang itu hendaklah mengamalkan sholawat ini dengan mudaawamah (berkekalan).
Imam as-Sanusi berkata bahawa siapa yang melazimi membacanya 11 kali setiap hari, maka seakan-akan rezekinya turun langsung dari langit dan dikeluarkan oleh bumi.
Imam ad-Dainuri berkata bahawa sesiapa yang membaca sholawat ini dan menjadikannya wirid setiap selepas sholat 11 kali, nescaya tidak berkeputusan rezekinya, tercapai martabat yang tinggi dan kekuasaan yang mencukupi. Sesiapa yang mendawamkannya selepas sholat Subuh setiap hari 41 kali, tercapai maksudnya. Sesiapa yang mendawamkannya 100 kali setiap hari, terhasil kehendaknya dan memperolehi kehormatan/kemuliaan melebihi kehendaknya. Sesiapa yang mendawamkannya setiap hari menurut bilangan para rasul (313 kali) untuk menyingkap segala rahsia, maka dia akan menyaksikan segala apa yang dikehendakinya. Sesiapa yang mendawamkannya 1000 kali sehari, maka baginya segala yang tidak dapat hendak diterang dengan kata-kata, tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar dan tidak pernah terbetik di hati manusia.
Imam al-Qurthubi juga berpesan bahawa sesiapa yang berkehendak untuk menghasilkan hajatnya yang besar atau menolak bencana yang menimpa, maka bacalah sholawat ini sebagai tawassul dengan Junjungan Nabi yang empunya akhlak yang agung 4,444 kali, nescaya Allah ta`ala akan menyampaikan kemahuan dan harapan itu atas niat si pembaca. Ibnu Hajar al-'Asqalani telah menyebut akan kelebihan bilangan ini sebagai iksir fi sababit ta`siir (pati ubat sebagai penyebab berlakunya kesan).
Menurut kata ulama, sholawat ini adalah merupakan satu perbendaharaan daripada khazanah-khazanah Allah, dan bersholawat dengannya merupakan kunci-kunci pembuka segala khazanah-khazanah Allah yang dibukakan Allah bagi sesiapa yang mendawaminya serta dengannya seseorang boleh sampai kepada apa yang dikehendaki Allah s.w.t. Oleh itu silalah ikhwah semua merujuk kepada para ulama kita (ingat bukan ulama mereka kerana karang semuanya akan dibid`ahsesatkan) dan melihat akan karangan-karangan terdahulu seperti "Afdhalush Sholawat 'ala Sayyidis Saadaat" karangan Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani, "Jawahirul Mawhub" dan "Lam`atul Awrad" kedua-duanya karangan Tok Syaikh Wan 'Ali Kutan al-Kelantani, "Khazinatul Asrar" karangan Syaikh Muhammad Haqqi an-Naazili dan lain-lain lagi. Sesiapa yang tak ingin beramal dengannya, tak mengapa, amalkan sahaja apa yang kamu nak amal, jangan nak berbalah pulak dengan aku kerana aku sekadar menukil kata ulama. Daripada berbalah, elok kita perbanyakkan sholawat, shollu 'alan Nabiy.

SHALAWAT IBRAHIMIYAH

Sholawat ini terdapat dalam bacaan tasyahud akhir shalat.
Imam Nawawi berkata: Bahwa Sholawat ini dinamakan sholawat Ibrahimiyah karena sholawat tersebut merupakan bentuk sholawat yang paling utama, banyak menimbulkan pengaruh yang besar sekali apabila dibaca tiap-tiap hari secara istiqomah, terutama, bagi yang mempunyai keinginan besar untuk menunaikan ibadah haji, maka perbanyaklah membaca sholawat ini secara istiqomah, karena sholawat ini diajarkan oleh Rasuluuah saw. Adapun kalimatnya yaitu :

ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN KAMAA SHALLAITA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIMA WA’ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAHIIA WABAARIK ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN KAMAA BAARAKTA ‘ALAA SAYYIDINAA ’ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIMA WA ‘ALAA AALI SAYYIDINA IBRAAHIMA, FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN.

Artinya : Ya Allah , berilah kasih saying kepada junjungan kita nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberi kasih sayangmMu kepada junjungan kita Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan berkatilah kepada junjungan kita nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberkati junjungan kita nabi Ibrahim dan kelurganya diantara makhluk makhlukmu, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.
Shalawat ini adalah bentuk shalawat untuk Nabi saw yang paling sempurna/ baik yang datang dari Nabi saw atau yang datang dari para ulama. Oleh karenanya para ulama mengistimewakan bentuk shalawat ini karena adanya kesepakatan atas kesahehan riwayat yang menurunkan hadis ini, sebagaimana para imam hadis: Imam Malik dalam kitab Muwaththa’, Bukhari dan Muslim dalam dua kitab Shahehnya, Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i telah meriwayatkannya.
Al-Hafidz al-’Iraqi dan al-Hafidz as-Sakhawi menyatakan bahwa hadis ini telah disepakati kesahihannya. Demikianlah Syaikh menyebutkan dalam kitab syarh Dalail al-Khairat dan dalam kitabnya yang lain. Lafadz shalawat ini diriwayatkan dalam beberapa jalur dan lafadz ini adalah salah satu di antaranya, yaitu yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dan beberapa imam hadis yang lain, sebagaimana yang dijelaskan dalam kltab Syarhu al-Dala’il oleh al-Fasi.
Syaikh Ahmad ash-Shawi berkata: “Imam Bukhari telah meriwayatkan dalarn beberapa kitabnya bahwa Nabi saw- bersabda: Barangsiapa membaca shalawat ini, maka aku akan memberikan kesaksian padanya di hari kiamat dan aku akan menolongnya (memberikan syafa’atku kepadanya). Ini adalah hadis yang hasan. Para perawinya adalah perawi-perawi yang shahih. Ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa membaca shalawat ini sebanyak seribu kali pasti akan bermimpi Nabi saw.,,
Lafadz shalawat sebagaimana yang clisebutkan dalam hadis ini tidak menyertakan lafadz siyadah (sayyidina). Imam Ramli dalam kitab Syarhu al-Minhaj berkata: “Yang lebih utama adalah menyertakan lafadz siyadah, karena di daiamnya terkandung pemenuhan terhadap apa yang diperintahkan dan menambah penjelasan sesuai kenyataan yang merupakan tatakrama, dan tatakrama lebih baik dilakukan daripada ditinggalkan. Adapun hadis yang menyatakan: Janganlah menambahkan lafadz sayyidina untuk (menyebut nama) ku di datam shalat, adalah hadis palsu, karena tidak ada dasarnya. Demikianlah para ulama ahli hadis mutaakhkhirln rnenyatakan.
Imam Ahmad lbn Hajar dalam kitab al-Jauhar al- Munazhzharn. meny atakan: “Menambahkan lafadz s ayidina sebelum lafadz Muhammad tidak ada salahnyan bahkan itu adalah tatakrama memperlakukan Rasulullah saw sekalipun di dalam shalat fardhu.”
Al-Qishthillani dalam kitabny al Mawahib al Ladunniyyah menyatakan: “Para ulama beristidlal atas kesempurnaan shalawat model ini dengan pengajaran Nabi saw kepada para sahabatnya akan bentuk shalawat ini setelah rnereka menanyakan apakah bentuk shalawat ini adalah cara yang paling sempurna di antara shalawat yang lain. Karena, pastilah bahwa beliau tidak akan memilih untuk diri beliau kecuali yang terbaik dan paling utama’ Dan akibat atau konsekuensi hukum yang ditimbulkan dari realitas tersebut adalah, bahwa seandainya seseorang bersumpah untuk membacakan suatu shalawat yang paling utama untuk Nabi saw, maka cara membayar sumpah tersebut adalah dengan rnembaca shalawat Ibrahimiyah ini.”
Demikianlah, sebagaimana yang telah dibenarkan oleh Imam an-Nawawi dalam kitab ar-Raudhah setelah menyebutkan cerita yang diriwayatkan oleh ar-Rofi’i dari Imam aI- Marwazi, bahwa beliau berkata: “Ia telah terbebas dari beban sumpah itu apabila ia membaca:

Ya Allah, berikanlah kasih sayangMu kepada junjungan kami Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Muhammad setiap kali orang-orang yang ingat menyebutnya dan setiap kali orang-orang yang lupa melalaikannya.”
Imam an-Nawawi berkomentar: “Sepertinya al-Marwazi mengutip teks shalawat ini dari gubahan Imam asy-Syafi’i, yaitu pada khutbah kitab ar-Rlsalahnya, akan tetapi dengan laf adz ” saha” (lupa) sebagai ganti lafadz ” ghofala” (lalai) .”
Qadhi Husain berkata: “Adapun cara untuk membebaskan diri dari sumpah dimaksud adalah dengan membaca:
Ya Allah, berikanlah kasih sayang-Mu kepada Muhammad sebagaimana ia berhak memilikinya.
Demikianlah sebagaimana yang dikutip oleh al-Baghawi.
Seandainya semua model shalawat dikumpulkan: membaca shalawat Ibrahimiyah sebagaimana yang disebutkan dalam hadis, kemudian dilanjutkan dengan shalawat gubahan Syafi’i, setelah itu shalawat yang diriwayatkan oleh Qadhi Husain, niscaya akan lebih komprehensip. Sekiranya ada yang mengatakan bahwa seandainya semua riwayat yang valid tersebut dikumpulkan dalam satu dzikir dan dimaksudkan agar menebus sumpahnya niscaya itu akan lebih baik.
Imam al-Barizi berkata: “Menurutku, membebaskan diri dari beban sumpah bisa dicapai dengan membaca:
Ya Allah, berikanlah kasih sayang-Mu kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad dengan shalawat-Mu yang paling utama dan sebanyak hitungan dalam pengetahuan-Mu.”
Karena teks shalawat ini lebih mendalam, oleh karena itu maka ia menjadi lebih utama.
At-Majd al-Lughawi dengan mengutip dari sebagian pendapat ulama berkata: “Seandainya seseorang bersumpah untuk membaca shalawat untuk Nabi saw yang paling utama, maka ia hendaklah membaca:
Ya Allah, berikanlah kasih sayang-Mu kepada junjungan kami Muhammad dan kepada para nabi yang lain, para malaikat dan para wali sepenuh hitungan yang genap dan ganjil dan sebanyak kalimat-kalimat Tuhan kami Yang Maha Sempurna dan Diberkati.” Dan diriwayatkan juga oleh sebagian ulama yang lain, yaitu dengan membaca:
“Ya Allah, berikanlah kasih sayang dan kedamaian-Mu kepada Muhammad, hamba-Mu, nabi-Mu dan rasul-Mu, yaitu sang pembawa berita yang ummi, dan kepada keluarganya, istri- istrinya dan keturunannya, sebanyak hitungan makhluk-Mu dan kerelaan-Mu, seberat ‘ arsy-Mu dan untaian kalimat-kalimat-Mu.”
Ada ulama yang memilih model shalawat ini:
Ya Allah, berikanlah kasih sayang-Mu kepada junjungan kami Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Muhammad, dengan kasih sayang yang abadi sebagaimana keabadian-Mu.”
Sebagiannya lagi ada yang memilih model shalawat berikut:
“Ya Allah, Tuhan Muhammad dan keluarga Muhammad, berikanlah kasih sayang-(Mu) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, dan berikanlah kepada Muhammad saw balasan yang semestinya.” Al-Majd selanjutnya berkata: “Semua penjelasan di atas ini adalah sebagai bukti bahwa persoalan dalam bentuk shalawat ini sangat fleksibel, boleh ditambah dan boleh dikurangi. Artinya, shalawat tidak mesti dengan satu lafadz tertentu dan pada waktu yang tertentu pula.
Namun demikian tentunya yang paling utama dan paling sempurna adalah apa yang kita ketahui dari beliau saw sendiri, seperti yang telah kami sebutkan pada bagian awal.”
Demikian kutipan ‘Adawi dari al-Hafidz as-Sakhawi...

SHALAWAT MOHON DILUASKAN ROZQI

"Allahumma shalli wasallim wabarik 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa'alaa 'aalihii bi'adadi anwaa'ir rizqi walfutuuhaati yaa baasithal ladzii yabsuthur rizqaliman yasyaau bighairi hisaabin ubsut 'alainaa rizqan waasi'an, minkulli jihatin minjamii'i ghaibika boghairi minnatin makhluuqin bimakhdhi fadhlika wakaramika yaa rahmaanu".
Artinya :
Ya Allah anugerahkanlah rahmat serta keselamatan dan berkah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. dan juga atas keluarganya sebanyak bilangan rizqi dan pintu rizqi. Wahai Dzat yang menganugerahkan rizqi kepada siapa siapayang Dia kehendaki tanpa hitungan. Anugerahkanlah rizqi yang luas bagi kami dari setiap arah perbendaharaanMu yang ghaib dengan tiada makhluk lain yang mengundat-undat (karena iri hati) hanya karena anugerah dan kedermawananMu dan kemulyaanMu, wahai Dzat Yang Pemurah.
Fadhilah dan Khasiatnya :
Bagi ihwan yang kehidupan ekonominya pas-pasan/sempit, dapat mengamalkan sholawat ini secara istiqomah, istiqomah ini penting karena untuk mengukur sapai di mana tingkat kesengguhan kita dalam berdoa. Tentu saja harus disertai keyakinan yang mantap Insya Allah akan diberikan kelapangan rizqi oleh Allah SWT dari arah yang tidak terduga, sebab Allah SWT Maha Pemberi Rizqi lagi maha Pemurah. Sholawat ini baik sekali dibaca 1.000 kali waktu tengah malam setelah shalat hajat.

SHALAWAT NURIL ANWAR



Allahumma shalli 'alaa nuuril anwaari wasirril asraari, watiryaaqil aghyaari wamiftaahi baabil yasaari, sayyidinaa wamaulaana Muhammadinil muhtaari wa aalihil ath haari wa ash haabihil ahyaari 'adada ni'amillaahi wa ifdhaalih.

Artinya :
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, rahasia dari segenap rahasia, penawar duka dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami, Nabi Muhammad saw yang terpilih, keluarganya yang suci dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Allah SWT dan karunia Nya
Keutamaan dan khasiat sholawat Nurul anwar :
Sholawat ini bersumber dari wali quthub Sayyid Ahmad al Badawi ra. menurutnya, keutamaan dan kegunaannya sholawat ini adalah :
  • Jika dibaca setiap selesai shalat fardhu, maka akan terhindar dari segala mara bahaya dan memperoleh rizki dengan mudah
  • Jika dibaca 7 kali sebelum tidur, insya Allah akan terhindar dari sihir yang dilakukan orang jahat
  • Jika dibaca 100 kali sehari semalam, akan memperoleh cahaya Illahi, menolak bencana, mendapat rizki lahir batin

KEUTAMAAN SHOLAWAT MUNJIYAT

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjunan kami, Muhammad, dengan suatu shalawat yang menye-babkan kami selamat dari semua ketakutan dan malapetaka, yang menyebabkan Engkau menunaikan semua hajat kami, yang menyebabkan Engkau me-nyucikan kami dari semua kejahatan, yang menyebabkan Engkau mengangkat kami ke derajat yang tinggi di sisi-Mu, dan yang menyebabkan Engkau menyampaian semua cita-cita kami berupa kebaikan-kebaikan dunia dan akhirat."

Penjelasan:

Shalawat di atas disebutkan di dalam kitab Dalâ'il. Dalam syarah kitab tersebut disebutkan riwayat dari Hasan bin 'Ali Al-Aswânî. Ia berkata, "Barangsiapa yang membaca shalawat ini dalarn setiap perkara penting atau bencana sebanyak seribu kali, niscaya Allah akan melepaskan bencana itu darinya, dan menyampaikan apa yang diinginkannya."

Komentar oleh Asy-Syeikh Yusuf Isma’il An-Nabhani
Telah dikutip dari Al-Hasan bin ‘Ali Al-Aswani di dalam komentar Ad-Dalail (penjelasan atau komentar dalam kandungan kitab kumpulan solawat yang berjudul Dalailul Khairat), bahwa beliau telah berkata, "Siapa yang membaca solawat ini sebanyak seribu kali ketika tertimpa kesulitan dan musibah, Allah akan melapangkan [perkara itu] darinya dan akan menyampaikan hajatnya."

Dan telah diriwayatkan dari Ibn Al-Fakihani , dari Asy-Syaikh As-Solih Musa Ad-Darir , dan beliau telah berkata: Aku pernah berlayar di sebuah laut. Tiba-tiba angin (angin taufan) telah melanda atas kami. Sedikit manusia yang dapat selamat dari tenggelam dan banyak orang telah menjerit-jerit didalam ketakutan. Tiba-tiba aku merasa mengantuk dan aku telah tertidur. Aku telah melihat An-Nabi di dalam mimpi dan Baginda telah berkata, "Katakanlah kepada para penumpang kapal ini agar mereka mengucapkan sebanyak seribu kali, "Wahai Allah, limpahkanlah solawat ke atas penghulu kami Muhammad, dan juga ke atas keluarga penghulu kami Muhammad, solawat yang dengannya kami diselamatkan . . . sehingga . . . setelah kami mati. "

Setelah terjaga dari tidur dan aku memberitahu para penumpang tentang mimpiku itu, dan kami pun bersolawat dengannya (dengan ungkapan solawat yang telah diterima di dalam mimpi itu) lebih kurang tiga ratus kali. Allah melapangkan kami daripada keadaan yangmencemaskan itu.

Dan telah berkata As-Saiyid Muhammad Afandi `Abidin di dalam catatan beliau (penjelasannya) bahawa Al-`Allamah Al-Musnid Ahmad Al-‘Attor telah menyebutnya sebagai Solawat Al-Munjiyyah, dan beliau telah berkata pada bagian akhirnya:
Telah menambah Al-`Arif Al-Akbar dengan kata-kata: Wahai Yang Paling Penyayang daripada segala yang bersifat penyayang, wahai Allah.

Beliau telah berkata: Telah berkata sebagian masyayikh: Siapa yang mengucapkannya sebanyak seribu kali ketika ada kesulitan atau ketika turunnya musibah, Allah akan melapangkan perkara itu darinya dan akan rnenyampaikan hajatnya. Dan siapa yang memperbanyak membacanya pada waktu datang penyakit ta'un [sedang menular],akan diamankan darinya. Dan siapa yang memperbanyak membacanya ketika berlayar dilaut, akan diamankan dari tenggelam. Dan siapa yang membacanya sebanyak lima ratus kali, akan disampaikan apa yang dia inginkan di dalam hal menarik rezeki dan kekayaan, insya - Allah Ta’ala, dan ia adalah sesuatu yang benar-benar mujarab pada semua perkara itu. Dan Allah Ta’ala jua yang lebih mengetahui.

Dan telah menyebut Asy-Syaikh As-Sowi kurang lebih sama di dalam komentar mengenai Wird Ad-Dardir (wirid-wirid yang telah digubah oleh Asy-syaikh Ahmad seorang guru bagi At-Toriqah Al-Khalwatiyyah, yang amat terkenal di negara Mesir pada zamannya) yang telah mengutip dari As-Samhudi dan Al-Malawi .

Dan telah berkata Asy-Syaikh Al-‘Arif Muhammad Haqqi Afandi An-Nazili di dalam kitabnya Khazinah Al-Asror : Ketahuilah bahwa solawat-solawat itu dibahagikan kepada empat ribu jenis, dan pada satu riwayat yang lain, dua belas ribu. Setiap satu darinya telah dipilih oleh satu jamaah dari ahli Timur dan Barat, sesuai dengan apa yang telah mereka temui di dalam menjalin ikatan rohani di antara mereka dengan Baginda dan dari apa yang mereka fahami padanya dari hal keistimewaan-keistimewaan dan manfaat-manfaat, dan apa yang telah mereka temui padanya dari hal rahasia-rahasia, yang setengahnya telah menjadi masyhur melalui ujikaji dan melalui penyaksian di dalam mendapatkan kelepasan daripada segala kesempitan dan pencapaian hasrat, seperti Solawat Al-Munjiyyah ini.

Dan beliau telah menyebutkan bentuk ungkapan itu. Kemudian, beliau telah berkata: Dan yang lebih utama ialah dia mengucapkan, "Wahai Allah, limpahkanlah solawat atas penghulu kami Muhammad dan atas keluarga penghulu kami Muhammad. Solawat yang dengannya kami diselamatkan . . ." sehingga ke akhirnya, kerana apa yang telah dikatakan oleh Baginda , "Apabila engkau sekalian bersolawat ke atasku, jadikanlah ia umum (tidak dikhaskan untuk diri Baginda seorang, tetapi juga mencakupi ahli keluarga Baginda ).

Dan kesannya, dengan diikut sertakan keluarga Baginda itu, adalah lebih lengkap, dan lebih umum, dan lebih banyak pahala dan manfaatnya dan lebih cepat untuk dimakbulkan. Begitulah yang telah diwasiatkan kepadaku dan yang telah diijazahkan kepadaku oleh sesetengah masyaikh.

Dan Asy-Syaikh al-Akhbar juga telah menyebutnya dengan disertakan sebutan ahli keluarga Baginda itu, dan beliau telah berkata bahwa ia adalah satu perbendaharaan dari segala perbendaharaan Al-'Arsy (singgahsana Allah). Sesungguhnya, siapa yang berdoa dengannya sebanyak seribu kali pada tengah malam untuk hajat, hajat dunia atau hajat akhirat, Allah Ta`ala akan menunaikan hajatnya. Sesungguhnya Ia (pengabulan bagi solawat ini) adalah lebih cepat daripada kilauan kilat, dan ia adalah eliksir yang agung dan penawar yang besar (sangat mujarab). Dan tiada dapat tiada, hendaklah ia disembunyikan dan ditutupkan daripada yang bukan ahlinya.

Demikianlah sebagaimana ia telah disebutkan di dalam Sirr Al-Asror, dan demikianlah juga sebagaimana yang telah disebutkan oleh Asy-Syaikh Al-Buni dan Al-Imam Al-Jazuli mengenai keistimewaan-keistimewaan Solawat Al- Munjiyyah dan juga penerangan rahasia-rahasianya. Dan hendaklah engkau meninggalkannya (tidak menceritakan keistimewaan-keistimewaan dan rahasia-rahasia ini kepada orang-orang yang fasik) agar tidak terjatuh ke tangan orang-orang yang jahil. Dan semoga isyarat ini sudah mencukupi untukmu.

(Sumber kitab Afdholus Sholawatu 'ala sayyida saddah karangan Asy-Syeikh Yusuf ibn Isma’il An-Nabhani)

DO'A-DOA MENCARI JODOH


Salah satu ikhtiyah kita untuk mendapatkan jodoh, adalah berdo'a....
bagi yang suka wiridan bisa mengamalkan aurat ini
setiap malam jumat bacalah surat Alam Nasyrah 313x,setiap selesai 10x maka bacalah

اللهم اشرح صدور اولاد ادم وبنات حواء وارزقنى الزوجة الصالحة التى تحبها وترضاها وارزقنى الزوج الصالح الذي تحبه وترضاه

AllahummaSyroh Shuduura awlada adam wa banaati hawa warzuqniy zaujatas Shoolihatal latiy tuhibbuha watardhoohaa war zuqniyz zawjas shoolihul ladzii tuhibbuha wa tardhoohu

Yaa Allah lapangkan hatinya anak cucu adam dan Ibu Hawa, dan berikanlah kami jodoh perempuan yang Engkau cintai dan Engkau Ridhoi, danberilah kami jodoh laki-laki yang Engkau Cintai dan Engkau Ridhoi

insya Allah dengan keberkahan ayat Quran di atas Allah berkenan memberikan jodoh kepada kita semua,,amiiinnn

Di bawah ini beberapa do'a untuk mempercepat mendapatkan jodoh:

Tuhanku,
Kalau dia memang jodohku,
dekatkanlah. ..
Tapi kalau bukan jodohku,
Jodohkanlah. ...
Jika dia tidak berjodoh denganku,
maka jadikanlah kami berjodoh..

Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapet jodoh yang lain,
selain aku...
Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku,
jangan sampai dia dapet jodoh yang lain,
biarkan dia tidak berjodoh sama seperti
diriku...
Dan pada saat dia telah tidak memiliki jodoh,
jodohkanlah kami kembali...

Kalau dia jodoh orang lain,
putuskanlah!
Jodohkanlah dengan ku....
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain
dan
kemudian Jodohkan kembali si dia dengan ku ...
"Amiin..."

Ya Allah Yang Maha Pemurah,
Terima Kasih… Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan aku dengannya.
Terima kasih untuk saat-saat indah yang telah kami nikmati bersama
Terima kasih setiap pertemuan yang telah kami lalui bersama
Terima kasih setiap saat-saat yang lalu. Aku datang bersujud pada-Mu,
Sucikan hatiku ya Allah,agar dapat melaksanakan kehendak dan rencana-Mu dalam hidupku.

Ya Allah, jika aku bukan pemilik tulang rusuknya,
janganlah biarkan aku merindukan kehadirannya…
janganlah biarkan aku melabuhkan hatiku di hatinya.
Kikislah pesonanya dari setiap pelusuk mataku,
dan usirlah dia dari relung hatiku
Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini,
dengan kasih dari dan pada-Mu yang tulus dan murni.
Bantulah aku agar dapat mengasihinya hanya sebagai seorang sahabat.
Tetapi jika Engkau ciptakan dia untukku, ya Allah,
satukan hati kami…

Bantulah aku untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seadanya
Berikan aku kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya.
Urapilah dia agar dia juga mencintai, mengerti dan menerima aku dengan segala kelebihan dan kekurangan sebagaimana aku yang telah Engkau ciptakan.
Yakinkanlah dia bahawa aku sungguh mencintai dan rela berkongsi suka dan dukaku dengannya.

Ya Allah Maha Pengasih,
dengarkanlah doaku ini…
Lepaskanlah aku dari keraguan ini menurut kasih dan kehendak-Mu.
Allah Yang Maha Kekal,
aku tahu Engkau sentiasa memberikan yang terbaik buatku,
luka dan keraguan yang aku alami pasti ada hikmahnya.
Semuanya ini mengajar aku untuk hidup lebih dekat dengan-Mu,
untuk lebih peka terhadap suara-Mu yang membimbing aku menuju jalan terang-Mu.
bimbinglah aku untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan.
Jadikanlah kehendak-Mu dan bukan kehendakku yang terjadi dalam setiap hidupku, Ya Allah.

SHOLAWAT NURI DZATY

اَلَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا محَُمَّدٍ اْلنُّوْرِ الْذَاتِى وَاْلسِّرِّ  اْلسَارِى فِى سَائِرِ  اْلأَ سْمَاءِ وَاْلصِفَاتِ
Ya Alloh limpahkanlah rohmat keselamatan dan barokah. atas Baginda kita Nabi Muhammad, yang dzatnya berupa nur dan rahasia yang berjalan di dalam seluruh nama dan shifat.


Fadhilah dan manfat sholawat Nuridzzati :
Lafadz sholawat Nuridzzati disusun oleh Imam Syadzali, kata beliau satu  sholawat nilainya sama dengan 100.000 sholawat. Gunanya ialah untuk menghilangkan segala macam kesusahan, untuk membuka pintu rizqi dan memudahkannya. Dibaca paling sedikit 3 x setelah shalat fardlu
Manfaat yang lain untuk pagar / membentengi badan , caranya dengan puasa tiga hari , mulai hari Selasa, Rabu dan Kamis, sholawat Nuridzati dibaca sebanyak-banyaknya selama puasa. Setelah selesai puasa sholawat dibaca 41 x sehari semalam secara istiqomah.

Rabu, 12 September 2012

Faedah Sholawat

Seribu kali bersholawat mendapat ganjaran surga.
Barangsiapa bersholawat kepadaku dalam sehari seribu kali, maka dia tak akan mati sehingga ia digembirakan dengan surga. (HR.Abu Syekh dari Anas RA).

faedah bersholawat.
Jika kita perhatikan ratusan hadits di beberapa kitab yang menjelaskan tentang sholawat, dapat disimpulkan bahwa faedah2 bersholawat adalah sebagai berikut :
1. Dapat memperoleh limpahan rahmat dan kebajikan dari Allah SWT.
2. Dapat memperoleh kebajikan, mengangkat/meninggikan derajat, menghapuskan kejahatan, kesalahan dan dosa.
3. Memperoleh pengakuan kesempurnaan iman, jika kita membacanya 100 kali.
4. Menjauhkan kerugian, penyesalan dan digolongkan ke dalam golongan orang2 yang sholeh.
5. Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
6. Memperoleh pahala seperti pahala memerdekakan hamba sahaya.
7. Dapat memperoleh syafaat.
8. Memperoleh penyertaan dari malaikat Rahmat.
9. Menghilangkan kesusahan, kegundahan dan melapangkan rizki.
10. Melapangkan dada, hati yang sempit, jika seseorang
membacanya seratus kali.
11. Menghapuskan dosa, jika seseorang membacanya tiga kali setiap hari.
12. Menggantikan sebagai sedekah bagi orang yang tidak mampu bersedekah.
13. Melipatgandakan pahala yang diperoleh,
terutama jika seseorang memperbanyak membaca sholawat di hari jum�at.
14. Mendekatkan kedudukan kepada Rasulullah SAW dihari kiamat.
15. Menjadikan sebab doa kita diterima dan dikabulkan Allah.
16. Dapat melepaskan diri dari kebingungan dihari kiamat. Maka apabila seseorang meninggalkan membaca sholawat kepada Nabi, maka ia akan menghadapi kebingungan dan kekacauan di hadapan mahkamah Allah di Padang Mahsyar.
17. Memenuhi satu hak nabi atau memenuhi suatu ibadat yang diwajibkan rasul kepada umatnya. Seseorang yang tidak bersholawat berarti ia enggan memenuhi suatu hak Nabi yang wajib ia penuhi.
18. Dipandang sebagai seseorang yang mencintai Nabi. Dll.

SHOLAWAT JIBRIL MUTHOWWIF BINNUUR.
(Jibri AS pemandu cahaya wahyu).

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.
ALLAAHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA
MUHAMMADININ NUURIL KAAMILI WA ALAA SAYYIDINAA JIBRIILA AL-MUTHOWWIFI BINNUURI ROSUULI ROBBIL AALAMIIN YAA QORIIBU YAA MUJIIBU YAA SAMII ADDU AA-I YAA LATHIIFAN BIMAA YASYAA U NAWWIRILLAAHUMMA ALAINAA QULUUBANA WAQUBUURONAA WA ABSHOORONAA WABASHOO IRONA BIROHMATIN MINKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN.
Manfaat Sholawat Ini :
Sholawat untuk memperoleh salam dan sambutan para malaikat saat ajal menjelang, minimal dibaca 3x setiap selesai sholat fardhu dilakukan. Salam dan kebahagiaan Rasulullah Saw di alam barzakh, menyambut pemilik ruh ini ketika di dunia seringkali membacakannya hingga menyatu dalam kelembutan sifatnya.

SHOLAWAT AL-FATAH/ARSYIS TAWA ( PEMBUKA/KERAJAAN ARASY).
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.
ALLAAHUMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN ARSYIS TIWAA-I TAJALLIYAATIKA
WAKUNHI HUWIYYATIN TANAZZULAATIKAAN NUURIL AZHARI WASSIRRIL ABHARI WAL FARDIL JAAMI�I WAL WITRIL WAASI�I SHOLAATAN USYAAHIDU BIHAA AJAAIBAL MALAKUUTI WA ASTAJLIYA BIHAA AROOISAL JABARUUTI WA ASTAMTHIRU BIHAA GHUYUUTSAR ROHAMUUTI
WA ARTAADHU BIHAA AN ILAAQOTI NAASUUTIL BAHAMUUTI YAA LAAHUUTA KULLI NAASUUTI YAA ALLAH.
Manfaat Sholawat Ini :
Sholawat Syaikhul Akbar Sayyidi Muhyiddin Ibnul Arabi RA. Pembaca sholawat ini mengimbangi bacaan kitab Dalaa-ilul Khoiroot dan Insya Allah berkah sholawat ini pengamalnya akan sampai pada kemuliaan
pangkat ahli irfan.
Terbuka hijab antara dirinya dengan Rasulullah SAW, sehingga memungkinkannya
�Fana� bersama Rasulullah SAW sebelum ia merasakan �Fana� terhadap Allah SWT. Bagi para pengamal sholawat ini, Insya Allah memperoleh
�kedekatan� bersama dalam jumpa dengan Rasulullah Saw setiap saat.

SHOLAWAT MIZANUL ARDHI SAMAAWAAT.
(TIMBANGAN LANGIT DAN BUMI).
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.
ALLAAHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII SHOLAATAN TAZINUL ARODHIINA WASSAMAAWAATI ADADA MAA FII ILMIKA WA ADADA JAWAAHIRI AFROODI KUROTIL AALAMI WA ADH�AAFA DZAALIKA INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN.
Manfaat Sholawat Ini :
Sholawat ini disebutkan dalam kitab Kunuuzil Asror, tentang sholawat ini Syekh Al-Iyasy berkata, �Sholawat ini mempunyai rahasia (sir) yang sangat besar dan keutamaan yang sangat banyak serta menyamai 100.000 ribu sholawat yang lainnya bagi mereka yang mengamalkannya secara istiqomah kurang lebih selama 40 hari/lebih dari itu.
Cara mengamalkan sholawat ini mengandung keutamaan & hikmah yang luarbiasa bila sudah terasa karomahnya wah� sangat mengagumkan, dibaca 313x tiap usai sholat 5 waktu.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More